Minggu, 30 Januari 2011

"Sang Reformis" Prof. DR. Moh. Amin Rais


23.12 |

Nama: PROF. DR. H. MUHAMMAD AMIEN RAIS, MA
Lahir: Surakarta, 26 April 1944
Orang tua: Syuhud Rais dan Sudalmiyah
Istri: Kusnariyati Sri Rahayu
PENDIDIKAN
* Fakultas Sosial Politik Universitas Gajah Mada (lulus 1968)
* Notre Dame Catholic University, Indiana, USA (1974)
* Al-Azhar University, Cairo, Mesir (1981)
* Chicago University, Chicago, USA (gelar Ph.D dalam ilmu politik 1984)
* George Washington University (postdoctoral degree, 1988-1989)

PERJALANAN KARIR
* Dosen pada FISIP UGM (1969-1999)
* Pengurus Muhammadiyah (1985)
* Asisten Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (1991-1995)
* Wakil Ketua Muhammadiyah (1991)
* Direktur Pusat Kajian Politik (1988)
* Peneliti Senior di BPPT (1991)
* Anggota Grup V Dewan Riset Nasional (1995-2000)
* Ketua Muhammadiyah (1995-2000)
* Ketua Umum Partai Amanat Nasional (1999-sekarang)
* Ketua MPR (1999-2004)

Prof. Dr. H. Amien Rais (lahir di Solo, Jawa Tengah, 26 April 1944; umur 65 tahun) adalah politikus Indonesia yang pernah menjabat sebagai Ketua MPR periode 1999 - 2004. Jabatan ini dipegangnya sejak ia dipilih oleh MPR hasil Pemilu 1999 pada bulan Oktober 1999.

Namanya mulai mencuat ke kancah perpolitikan Indonesia pada saat-saat akhir pemerintahan Presiden Soeharto sebagai salah satu orang yang kritis terhadap kebijakan-kebijakan Pemerintah. Setelah partai-partai politik dihidupkan lagi pada masa pemerintahan Presiden Habibie, Amien Rais ikut mendeklarasikan Partai Amanat Nasional (PAN). Ia menjabat sebagai Ketua Umum PAN dari saat PAN berdiri sampai tahun 2005.

Sebuah majalah pernah menjulukinya sebagai "King Maker". Julukan itu merujuk pada besarnya peran Amien Rais dalam menentukan jabatan presiden pada Sidang Umum MPR tahun 1999 dan Sidang Istimewa tahun 2001. Padahal, perolehan suara partainya, PAN, tak sampai 10% dalam pemilu 1999.
[sunting] Awal karir

Lahir di Solo pada 26 April 1944, Amien dibesarkan dalam keluarga aktivis Muhammadiyah yang fanatik. Orangtuanya, aktif di Muhammadiyah cabang Surakarta. Masa belajar Amien banyak dihabiskan di luar negeri. Sejak lulus sarjana dari Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada 1968 dan lulus Sarjana Muda Fakultas Tarbiyah IAIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta (1969), ia melanglang ke berbagai negara dan baru kembali tahun 1984 dengan menggenggam gelar master (1974) dari Universitas Notre Dame, Indiana, dan gelar doktor ilmu politik dari Universitas Chicago, Illinois, Amerika Serikat.

Kembali ke tanah air, Amien kembali ke kampusnya, Universitas Gadjah Mada sebagai dosen. Ia bergiat pula dalam Muhammadiyah, ICMI, BPPT, dan beberapa organisasi lain. Pada era menjelang keruntuhan Orde Baru, Amien adalah cendekiawan yang berdiri paling depan. Tak heran ia kerap dijuluki Lokomotif Reformasi.
Terjun ke politik

Akhirnya setelah terlibat langsung dalam proses reformasi, Amien membentuk Partai Amanat Nasional (PAN) pada 1998 dengan platform nasionalis terbuka. Ketika hasil pemilu 1999 tak memuaskan bagi PAN, Amien masih mampu bermain cantik dengan berhasil menjadi ketua MPR.

Posisinya tersebut membuat peran Amien begitu besar dalam perjalanan politik Indonesia saat ini. Tahun 1999, Amien urung maju dalam pemilihan presiden. Tahun 2004 ini, ia maju sebagai calon presiden dan meraih hampir 15% suara nasional.


You Might Also Like :


0 komentar:

Poskan Komentar