Rabu, 15 Desember 2010

Konsep Dasar Ekonomi


16.39 |


KONSEP DASAR EKONOMI
1. Pengertian
Sebelum kita bahas mengenai konsep dasar ekonomi, kiranya kita perlu memahami perlunya kita mempelajari ilmu ekonomi. Oleh karena itu perhatikan gambar berikut:












Gambar : Proses Pemenuhan Kebutuhan
Gambar di atas menunjukkan proses pemenuhan kebutuhan manusia yang diawali dengan adanya kebutuhan manusia untuk mencapai kepuasan hidup. Agar kebutuhan tersebut terpenuhi, manusia harus melakukan kegiatan ekonomi (bekerja/berproduksi) untuk menghasilkan atau memperoleh alat pemuas kebutuhan (barang /jasa) atau uang (ditukar dengan barang dan jasa) untuk memenuhi kebutuhannya. Jika kebutuhan hidup selalu terpenuhi, niscaya manusia akan mencapai kepuasan hidup. Namun kenyataannya, proses pemenuhan kebutuhan tersebut tidak berjalan mulus. Banyak kebutuhan manusia yang tidak bisa terpenuhi, akibatnya muncul masalah ekonomi. Untuk memecahkan masalah ekonomi tersebut diperlukan alat yang kemudian dikenal dengan ilmu ekonomi. Pada akhirnya ilmu ekonomi harus membimbing manusia untuk mencapai kemakmuran, sehingga mendukung manusia mencapai kepuasan. Ilmu ekonomi yang mencoba menganalisis hubungan antar gejala/peristiwa ekonomi melahirkan hukum-hukum ekonomi.
Dari proses pemenuhan kebutuhan manusia, muncul beberapa konsep penting, diantaranya konsep kebutuhan, kegiatan ekonomi, barang/jasa, masalah ekonomi, ilmu ekonomi dan kemakmuran. Secara ringkas konsep tersebut dapat kita jabarkan sebagai berikut:
1). Kebutuhan merupakan keinginan yang dirasakan manusia yang memerlukan pemenuhan.
2). Kegiatan Ekonomi merupakan segala kegiatan jasmani maupun rohani yang dilakukan oleh manusia untuk menghasilkan dan menggunakan/memakai (barang/jasa) hingga siap untuk dikonsumsi.
3). Barang/Jasa merupakan alat pemuas kebutuhan manusia
4). Masalah ekonomi merupakan masalah tidak terpenuhinya kebutuhan manusia.
5). Ilmu Ekonomi ilmu yang mempelajari kegiatan manusia dalam usaha memenuhi kebutuhan untuk mencapai kemakmuran.
6). Kemakmuran merupakan suatu keadaan manusia (individual maupun kelompok) yang menunjukkan adanya keseimbangan antara kebutuhan dan alat pemuasnya.
7). Hukum Ekonomi adalah aturan yang menunjukkan keterkaitan (kausal maupun fungsional) antar gejala/peristiwa ekonomi.
2. Ruang Lingkup Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi disamping sebagai ilmu juga sebagai seni, hal ini bisa lihat dalam praktek kehidupan sehari-hari. Ilmu ekonomi tidak bisa menjawab secara pasti, namun hanya kecenderungan-kecenderungan yang mungkin terjadi. Namun demikian para pelaku ekonomi akan mengikuti saran dan nasehat para ekonometris yang membuat perhitungan-perhitungan secara rasional terhadap penomena-penomena ekonomi yang mungkin terjadi.
Ilmu ekonomi dapat dibedakan antara ilmu ekonomi positif dan ilmu ekonomi normatif. Ilmu ekonomi positif mempelajari fenomena-fenomena ekonomi tanpa memasukkan unsur-unsur selain ekonomi, misalnya saja filsafat, pandangan hidup, agama, etika, hukum dan politik. Ilmu ekonomi positif hanya memaparkan fenomena-fenomena ekonomi yang terjadi dalam masyarakat secara apa adanya, sehingga disebut juga (ilmu ekonomi deskriftif). Sementara itu ilmu ekonomi normatif dalam mempelajari gejala dan fenomenanya memasukan unsur-unsur non ekonomi. Oleh karena itu cakupan ekonomi normative menjadi sangat luas dibanding dengan ilmu ekonomi positif.
Ilmu ekonomi dapat juga dibedakan menjadi ilmu ekonomi teori dan ilmu ekonomi terapan. Ilmu ekonomi teori menjelaskan dan mencari pengertian dari hubungan antara gejala/peristiwa ekonomi yang terjadi dalam masyarakat. Sedangkan ilmu ekonomi terapan berusaha menelaah penerapan teori-teori ekonomi yang ada secara praktis dalam bidang-bidang kegiatan ekonomi.
Ilmu ekonomi teori dikelompokkan menjadi dua yaitu ekonomi makro dan ekonomi mikro. Ekonomi makro menelaah perekonomian secara keseluruhan sebagai satu kesatuan. Ekonomi mikro menelaah fenomena ekonomi yang terjadi pada unit-unit kegiatan ekonomi secara individual, misal rumah tangga dan perusahaan.
Ilmu ekonomi terapan dapat juga sebagai penggabungan dari ekonomi makro dan mikro sehingga melahirkan berbagai cabang ilmu ekonomi terapan. Misalnya ekonomi pembangunan, ekonomi pendidikan, ekonomi perusahaan, ekonomi koperasi dan lain-lain.
3. Karakteristik Ilmu Ekonomi
Ilmu ekonomi pada dasarnya sebagai bagian dari ilmu sosial. Oleh karena itu, kajiannya tidak bisa lepas dari ilmu-ilmu sosial lainnya seperti sosiologi, psikologi, , geografi, sejarah, hukum dan politik. Oleh karena itu penelaahan ilmu ekonomi menggunakan pendekatan inter disipliner dan multidisipliner. Dalam mempelajari objek kajian ilmu ekonomi bisa menggunakan pendekatan kualitatif maupun kuantitatif, dengan berlandaskan pada metode induktif dan deduktif.
Kajian ilmu ekonomi dalam menelaah fenomena-fenomena ekonomi dengan menggunakan pendekatan kuantitatif menuntut adanya bantuan dari ilmu eksak, seperti matematika dan statistik. Oleh karena itu kemudian muncullah cabang ilmu ekonomi yang disebut ekonometrika yang merupakan perpaduan antara teori ekonomi, matematika dan statistika.
Kajian materi ilmu ekonomi terus berkembang. Sehingga disamping peristiwa ekonomi yang terjadi dalam masyarakat, materi ekonomi menyangkut juga kebijakan-kebijakan pemerintah (penguasa) yang menyangkut kehidupan ekonomi serta dampak sosial dan lingkungan dari peristiwa ekonomi.




4. Manfaat Ilmu Ekonomi
1). Individu
Ilmu ekonomi bermanfaat bagi individu sebagai landasan untuk mengambil keputusan dalam bertindak/melakukan kegiatan ekonomi, sehingga kegiatannya dapat mencapai tujuan yaitu kepuasan yang optimal.
2). Dunia usaha
Pelaku bisnis (dunia usaha) bertujuan untuk optimalisasi keuntungan, oleh karena itu harus dapat memastikan bentuk pasar yang dihadapinya, mereka harus mampu membuat prediksi yang akurat dengan landasan yang rasional.
3). Bangsa dan Negara
Pemerintah banyak membuat kebijakan-kebijakan ekonomi untuk mencapai kemakmuran rakyatnya, landasan kebijakan tersebut memerlukan informasi yang dikumpulkan melalui ilmu ekonomi

C. STANDAR KOMPETENSI PS EKONOMI
Kurikulum 2004 yang lebih dikenal dengan sebutan Kurikulum berbasis kompetensi merupakan suatu rancangan kurikulum yang dikembangkan berdasarkan atas seperangkat kompetensi khusus, yang harus dipelajari dan atau ditampilkan siswa. Seperangkat kompetensi tersebuit pada akhirnya akan menggambarkan sebuah profil kompetensi yang utuh, terukur, dan teramati.
Kompetensi merupakan seperangkat pengetahuan, keterampilan dan nilai-nilai dasar yang direfleksikan dalam kebiasaan berfikir dan bertindak. Kebiasaan berfikir dan bertindak secara konsisten dan terus menerus memungkinkan seseorang menjadi kompeten.Kompetensi yang harus dimiliki dan dikuasai oleh peserta didik pada jenjang atau tingkat sekolah merupakan satu kerlanjutan dari tingkat sebelumnya.
Standar kompetensi adalah kemampuan yang dapat dilakukan atau ditampilkan peserta didik untuk suatu mata pelajaran. Sesuai dengan pengertian tersebut maka standar kompetensi mata pelajaran Pengetahuan Sosial adalah kemampuan yang dapat dilakukan atau ditampilkan siswa tentang pengetahuan dasar kesosiologian, kegeografian, keekonomian, dan kesejarahan.
Standar kompetensi bahan kajian ilmu-ilmu sosial khususnya ekonomi untuk SMP/MTs terdapat 3 macam standar kompetensi yaitu kemampuan memahami unsur-unsur usaha berekonomi, kemampuan memahami pelaku-pelaku ekonomi dalam kegiatan ekonomi masyarakat, dan kemampuan memahami perdagangan internasional dan dampaknya terhadap perekonomian Indonesia.
Standar kompetensi PS ekonomi tersebut merupakan fakta, konsep dan generalisasi tentang perilaku ekonomi dan kesejahteraan yang harus dapat diterapkan untuk:
1). Berperilaku yang rasional dan manusiawi dalam memanfaatkan sumber daya ekonomi;
2). Menumbuhkan jiwa, sikap dan perilaku kewirausahaan;
3). Menganalisis sistem informasi keuangan dan lembaga-lembaga ekonomi.
4). Memiliki ketrampilan dasar untuk praktek usaha ekonomi sendiri.
Tiap Standar Kompetensi dijabarkan lagi dalam beberapa Kompetensi dasar. Kompetensi dasar yaitu kompetensi atau kemampuan minimal yang harus dimiliki oleh lulusan atau kemampuan minimal yang harus dapat dilakukan/ditampilkan oleh siswa dari standar kompetensi.
Untuk mengetahui apakah kompetensi dasar telah dicapai atau belum, maka dapat melihat dari kemampuan siswa dalam menampilkan indikator. Satu kompetensi dasar dapat terdiri dari beberapa indikator.
Dalam laporan hasil belajar, Standar Kompetensi mata pelajaran Pengetahuan Sosial dikelompokkan menjadi dua aspek yaitu :
1). Kemampuan untuk mengembangkan konsep kehidupan sosial, dan
2). Kemampuan untuk menerapkan konsep kehidupan sosial melalui praktek dan pengalaman belajar.
Implementasi dari aspek tersebut, maka nilai hasil belajar mata pelajaran Pengetahuan Sosial yang perlu dicantumkan adalah aspek:
1). Penguasaan Konsep
2). Penerapan


You Might Also Like :


0 komentar:

Poskan Komentar